08 Januari 2016

PANDUAN DASAR BELAJAR BAHASA JEPANG

Mari belajar bahasa Jepang

Pada dasarnya lafal bahasa Jepang relatif mudah pengucapannya bagi orang Indonesia di bandingkan dengan pengucapan bahasa Jerman,Spanyol,Prancis,Italia atau yang lainnya meskipun tidak semuanya demikian.

Dalam bahasa Jepang terdapat lima buah huruf hidup,yaitu : a,i,u,e,o
di baca sama dengan pengucapan dalam bahasa Indonesia.
Dua huruf hidup (dobel) dalam satu kata di baca panjang dalam pengucapannya.
Contoh :
Koohi (kopi)~terdapat dua huruf dobel yaitu 'oo',maka 'oo' dalam kata 'koohi' pengucapannya di baca panjang (seperti bacaan 'mad' dalam ilmu tajwid).

Bahasa jepang terdiri dari beberapa 'abjad',diantaranya :
  1. HIRAGANA : dipakai untuk menulis kata-kata asli bahasa Jepang dan di pakai untuk menggantikan kata-kata dari 'KANJI'.
  2. KATAKANA : dipakai untuk menulis kata-kata yang berasal dari bahasa asing,nama orang asing,nama negara,kota dari manca negara dan sebagainya (yang bukan asli dari Jepang).
  3. KANJI : dipakai untuk menulis kata-kata yang merupakan serapan dari abjad Cina.
  4. ROOMAJI : huruf latin atau abjad (A s/d Z).
Abjad hiragana dan katakana berbunyi sama namun berbeda dalam penulisannya,yaitu :
  • a-i-u-e-o
  • ka-ki-ku-ke-ko
  • sa-shi-su-se-so
  • ta-chi-tsu-te-to
  • na-ni-nu-ne-no
  • ha-hi-fu-he-ho
  • ma-mi-mu-me-mo
  • ya-yu-yo
  • ra-ri-ru-re-ro
  • wa-wo
  • n
  • ga-gi-gu-ge-go
  • za-ji-zu-ze-zo
  • da-ji-zu-de-do
  • ba-bi-bu-be-bo
  • pa-pi-pu-pe-po
  • kya-kyu-kyo
  • sha-shu-sho
  • cha-chu-cho
  • nya-nyu-nyo
  • hya-hyu-hyo
  • mya-myu-myo
  • rya-ryu-ryo
  • gya-gyu-gyo
  • zya-zyu-zyo
  • bya-byu-byo
  • pya-pyu-pyo
Sementara apabila dalam satu kata terdapat dua huruf mati / dobel (p,k,s dan t),maka pengucapannya harus dengan penekanan.
Contoh :
Kitte (perangko),terdapat dua huruf 't' dalam kata 'kitte',maka pengucapan huruf 'tt' dalam kata 'kitte' harus di ucapkan dengan penekanan (seperti bacaan 'tasjid' dalam ilmu tajwid).

Dalam bahasa Jepang tidak ada bunyi huruf 'L',maka untuk pengucapan huruf 'L' berubah menjadi 'R'.
Contoh :
Bali,pengucapan dalam bahasa Jepang akan menjadi 'Bari',dan sebagainya.

Pada akhiran kata dalam pengucapan bahasa Jepang tidak terdapat huruf mati kecuali 'n' maka pengucapannya akan seperti berikut :
Contoh :
Jet di baca 'jetto'
Band di baca 'bando',dan sebagainya.

Sementara kata dengan akhiran / terdapat huruf 'n' di dalamnya akan di baca berdengung (seperti bacaan ikhfa dalam ilmu tajwid).
Contoh :
Nihon di baca 'nihong'
Renraku di baca 'rengraku',dan sebagainya.

Fungsi penekanan dalam pengucapan bahasa Jepang adalah untuk membedakan arti kata yang hampir serupa.
Contoh :
Itta (telah pergi) dengan ita (papan).
Kitte (perangko) dengan kite (datang).
Shitte (mengetahui) dengan shite (berbuat),dan sebagainya.

Baca artikel lainnya :

Demikian pembahasan mengenai panduan dasar belajar bahasa jepang ini saya tulis,semoga bermanfaat untuk semuanya.
Sampai jumpa di postingan berikutnya dan terimakasih atas kunjungannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar